Posts

Bukan Menyerah tapi Mengalah

Ketika hidup mengajarkanmu tentang perjuangan, ketika mimpi terasa lebih indah dari kenyataan. Ketika kesabaran berperan penting dalam setiap langkah, ketika kekuatan menjadi sumber utama dalam hidup dan ketika menyerah tak mungkin bisa kau lakukan. Akan ada titik dimana aku merasa lelah mungkin sesekali berfikir untuk menyerah? Tapi, semua seperti cambuk. Setelahnya, aku hanya akan terdiam bukan karena menyerah tapi aku ingin mengalah, mengalahkan segala rasa dalam waktu. Aku tidak ingin menjadi orang bodoh dalam berkata apalagi bertindak. Coba, ingat kembali tujuan awal hidupmu adalah apa dan kenapa? Aku tidak akan menanyakan siapa? Karena aku tahu kita bukan siapa – siapa dan aku tidak akan menanyakan bagaimana? Karena aku tau cara Tuhan akan jauh lebih indah dibandingkan dengan caramu. Aku, anak kecil yang mencoba berjalan dibawah tatahan tangan kedua orang tuaku dan mencoba berbicara dengan bahasa tatata kedua orang tuaku. Hingga akhirnya aku, menjadi gadis kecil yang men...

Percaya Dalam Keterbatasan

Ketika kekuatan menjadi pemeran utama. Berdiam diri atau melangkah?  Ketika mimpi menjadi bagian utama dalam hidup.  Bertahan atau menyerah?  Tidak ada cahaya, kecuali kamu mampu memberinya cahaya. Bagaimana bisa?  Berada di persimpangan itu menyulitkan, semua jalan terasa benar tapi tidak ada yang membenarkan. Semua dimulai dari senja yang kembali menyapa di ufuk barat, semua terlihat begitu sempurna. Tapi, apakah kamu tahu tolak ukur sesuatu bisa dianggap sempurna itu seperti apa? dan ketika hidup tidak berjalan sesuai keinginan, seringkali sebagian orang mengklaim bahwa hidupnya tidak sempurna. Lalu dititik mana kata tidak sempurna itu hadir? Manusia diciptakan sama yang membedakan adalah garis perjuangannya, bagaimana dia berjuang untuk hidupnya atau bahkan hidup orang disekitarnya? bagaimana dia memikirkan sesuatu yang ...

Tuhan, Bolehkan aku hambaMu yang tak sempurna mencintai hambaMu yang sempurna?

Sebuah pertemuan yang membawa kita pada sebuah perkenalan. Menjadikan setiap cerita terukir manis dalam kisah kita. Perkenalan yang kata orang membahagiakan, Ya aku merasakan kebahagiaan itu pada perkenalan kita. Kebahagiaan yang kita ciptakan membawa kita pada sebuah rasa. Rasa yang sejatinya tak pernah bisa kita sentuh dengan tangan kita, rasa yang tak pernah bisa kita lihat wujudnya. Namun begitu terasa bermakna. Hanya dengan bercerita tentang kisah dulu, kamu begitu pandai membuatku terpelangak dengan kisahmu. Kata kata manismu yang selalu membuatku tersenyum manis. Sifat penyayangmu yang selalu membuatku merasakan kenyamanan. Sabarmu yang selalu bisa menenangkan aku yang terkadang bersifat seperti anak kecil nan manja. Kebijaksanaanmu yang selalu kau posisikan dengan sempurna saat keegoisan datang menemaniku. Sampai membuat hal konyol yang kau ciptakan yang pada akhirnya membuat tawa membuncah. Apa kamu tahu kebahagiaanku? Apa kamu merasakannya? Seiring dengan sejalannya ...

Sesak karenamu (lagi)

"Aku tahu, netesnya kamu itu jauh dari dalam hati kamu. Kamu iri............" - Nuzilia Entah, seketika bibirku tak mampu lagi berkata apapun itu. tubuhku lemah rasanya seperti tidak ada tulang yang tergabung dalam dimensi tubuhku untuk menopang diriku agar tetap mampu berdiri tegak tanpa airmata. Kamu tahu? betapa sulitnya jadi aku yang harus menahan airmataku agar tak menetes? yang harus melawan sesaknya nafasku agar tetap terlihat baik baik saja? itu sangat sangat menjadikan aku wanita yang lemah. wanita yang tak bisa mnegungkap banyak kata, karena aku harus bermain dengan airmata yang telah kubendung.... Rasanya itu perih, teramat sangat mengaggu fikiran dan hatiku. Rasanya seperti petir yang datang disiang yang cahayanya berkilau. bisa kau bayangkan? Aku yang menahan semuanya, aku juga yang berusaha untuk menguatkan diriku sendiri. tapi kamu? kamu selalu membuat momment indah dengannya, yang pada akhirnya? Iya! hanya melukai aku! luka yang tak kujelaskan padamu ...

Rindu

dari awal pertemuan yang akhirnya membawa sebuah kisah cinta masuk kedalamnya, ikut berperan didalam hati yang mempunyai ruang kosong. pertemuan yang akhirnya membawa kita dalam tahap kedekatan. awal yang baik, ketika aku mengenalmu. kamu adalah dia, dia yang terbaik untukku. tutur katamu lembut, sikapmu terasa membuatku nyaman, semua perlakuanmu mencerminkan kamu sangat menghargai wanita. hari ini aku kembali mengingatnya, mengingat semua yang pernah kita lalui bersama.aku mengingatnya, lalu bagaimana dengan kamu? apa kamu mengingatnya? aku rasa tidak. dulu, kamu menyapaku dengan lembut, setiap pertanyaanmu mampu ku artikan dengan baik. "kamu lagi apa?" katamu dulu, tetapi sekarang? "lg apa" berbeda bukan?. "kamu udah makan?" setiap pertanyaan itu muncul dan ketika aku menjawabnya dengan ungkapan "belum" lalu kamu membalaskan "makan sekarang!!! atau aku marah". itu dulu tetapi sekarang jangankan marah mengetahui aku belum makan, bert...

ketika hati tak mampu berucap

dimulai dari senja yang akhirnya mengunci diri karena sinar bulan mulai menampakan sedikit cahayanya. disaat yang bersamaan sosok bintang ikut berperan dalam cahaya yang selalu setia menemani bulan. cahaya yang senantiasa memberikan penerangan untuk kita melangkahkan kaki dibumi. senja yang membawa ku menuju peradaban yang akhirnya melukai hatiku. bercerita tentang luka yang begitu dalam terkadang kembali mengingatkan aku akan sosoknya yang selalu hadir dalam goresan tinta Tuhan yang senantiasa mengisi lembar hidupku. entah berapa banyak luka yang engkau lukiskan dalam hati yang selalu tulus mengukir kasih sayang untukmu. dan entah mengapa dalam luka yang selalu terlukis untukku selalu sanggup aku artikan untuk sebuah kata "bertahan". otak yang terkadang tak mampu lagi mengingat semua luka yang engkau pernah ciptakan, namun hati senantiasa membukanya untuk kembali memasukkan aku kedalam sebuah perasaan hingga akhirnya luka yang aku rasakan (lagi). kala senja berganti sinar...

Lagi-Lagi kamu :")

                Ada saatnya kamu kembali seperti ini (lagi) dengan sikap yang dingin, cuek hingga akhirnya menghilang dan menghilang (lagi). Seharusnya aku sudah terbiasa dengan keadaan ini. Tetapi aku hanya manusia biasa, tetap tidak bisa aku hindari saat  mendung yang pasti menyelimuti hatiku. saat segala canda, perhatian, serta panggilan “sayang” mu lenyap (lagi) dari pesan singkat yang biasanya memenuhi inbox ku. Aku terbiasa denganmu, segala kisah yang ku ukir selalu ada desir angin yang membawa namamu untuk menyejukan hatiku. “apa yang kamu dapatkan?” tanyamu mengukir senyum manis dilekuk bibirku.  sesungguhnya jawaban yang akan ku lisankan adalah “pelajaran”. Lalu bibirmu kembali berucap “pelajaran seperti apa? Bukankah aku hanya menyakitimu?”.  Lagi lagi senyuman yang aku berikan untukmu “jangan tanyakan rasa sakit itu padaku, aku terlalu bodoh dengan rasa sakit. Aku tidak memahami apa itu rasa sakit. Pelajaran tent...