Rindu
dari awal pertemuan yang akhirnya membawa sebuah kisah cinta masuk kedalamnya, ikut berperan didalam hati yang mempunyai ruang kosong. pertemuan yang akhirnya membawa kita dalam tahap kedekatan. awal yang baik, ketika aku mengenalmu. kamu adalah dia, dia yang terbaik untukku. tutur katamu lembut, sikapmu terasa membuatku nyaman, semua perlakuanmu mencerminkan kamu sangat menghargai wanita. hari ini aku kembali mengingatnya, mengingat semua yang pernah kita lalui bersama.aku mengingatnya, lalu bagaimana dengan kamu? apa kamu mengingatnya? aku rasa tidak.
dulu, kamu menyapaku dengan lembut, setiap pertanyaanmu mampu ku artikan dengan baik. "kamu lagi apa?" katamu dulu, tetapi sekarang? "lg apa" berbeda bukan?. "kamu udah makan?" setiap pertanyaan itu muncul dan ketika aku menjawabnya dengan ungkapan "belum" lalu kamu membalaskan "makan sekarang!!! atau aku marah". itu dulu tetapi sekarang jangankan marah mengetahui aku belum makan, bertanya pun sudah tidak pernah lagi kau lantunkan untukku.
dulu, percakapan selama dan sejauh apapun itu tetap terasa nyaman dan hangat. tetapi sekarang? baru beberapa menit kita memulai percakapan rasanya sudah membosankan. kamu sudah tidak lagi bersikap seperti dulu. bahkan canda serta tawa yang dulu selalu menghiasi percakapan kita kini tersa hilang, yang hadir justru tangis dan kesedihan. "apa yang sebenarnya terjadi denganmu?" isi hati yang tak pernah terjawab. itu hanya sedikit dari perbedaan dimasa lalu dan masa sekarang.
dulu, sesibuk apapun kamu. kamu selalu menyempatkan diri untuk menghubungiku. tetapi sekarang? selenggah apapun kamu, kamu tidak pernah mengabarkanku.
aku rindu masa masa itu,masa masa dimana kamu masih menyayangiku seutuhnya. masa dimana kamu selalu membuatku tersenyum. tapi kini?
dulu setiap pagi engkau selalu memulai percakapan, tetapi sekarang? jangankan pagi, seharian mungkin kamu bisa tidak mengabarkanku jika bukan aku yang memulainya.
aku rindu, aku rindu dan aku rindu!! aku rindu kamu yang dulu bukan yang sekarang! kamu yang sekarang dipenuhi dengan kebohongan, kamu yang sekarang dipenuhi dengan keacuhan. kemana kamu yang dulu?!.
Perkataan indahmu adalah satu-satunya hal yang membuatku bertahan, pada harapan yang sesungguhnya tak perah ada. lalu sekarang, masih pantaskah aku bertahan
dulu, kamu menyapaku dengan lembut, setiap pertanyaanmu mampu ku artikan dengan baik. "kamu lagi apa?" katamu dulu, tetapi sekarang? "lg apa" berbeda bukan?. "kamu udah makan?" setiap pertanyaan itu muncul dan ketika aku menjawabnya dengan ungkapan "belum" lalu kamu membalaskan "makan sekarang!!! atau aku marah". itu dulu tetapi sekarang jangankan marah mengetahui aku belum makan, bertanya pun sudah tidak pernah lagi kau lantunkan untukku.
dulu, percakapan selama dan sejauh apapun itu tetap terasa nyaman dan hangat. tetapi sekarang? baru beberapa menit kita memulai percakapan rasanya sudah membosankan. kamu sudah tidak lagi bersikap seperti dulu. bahkan canda serta tawa yang dulu selalu menghiasi percakapan kita kini tersa hilang, yang hadir justru tangis dan kesedihan. "apa yang sebenarnya terjadi denganmu?" isi hati yang tak pernah terjawab. itu hanya sedikit dari perbedaan dimasa lalu dan masa sekarang.
dulu, sesibuk apapun kamu. kamu selalu menyempatkan diri untuk menghubungiku. tetapi sekarang? selenggah apapun kamu, kamu tidak pernah mengabarkanku.
aku rindu masa masa itu,masa masa dimana kamu masih menyayangiku seutuhnya. masa dimana kamu selalu membuatku tersenyum. tapi kini?
dulu setiap pagi engkau selalu memulai percakapan, tetapi sekarang? jangankan pagi, seharian mungkin kamu bisa tidak mengabarkanku jika bukan aku yang memulainya.
aku rindu, aku rindu dan aku rindu!! aku rindu kamu yang dulu bukan yang sekarang! kamu yang sekarang dipenuhi dengan kebohongan, kamu yang sekarang dipenuhi dengan keacuhan. kemana kamu yang dulu?!.
Perkataan indahmu adalah satu-satunya hal yang membuatku bertahan, pada harapan yang sesungguhnya tak perah ada. lalu sekarang, masih pantaskah aku bertahan
Comments
Post a Comment