Posts

Showing posts from April, 2013

Rindu

dari awal pertemuan yang akhirnya membawa sebuah kisah cinta masuk kedalamnya, ikut berperan didalam hati yang mempunyai ruang kosong. pertemuan yang akhirnya membawa kita dalam tahap kedekatan. awal yang baik, ketika aku mengenalmu. kamu adalah dia, dia yang terbaik untukku. tutur katamu lembut, sikapmu terasa membuatku nyaman, semua perlakuanmu mencerminkan kamu sangat menghargai wanita. hari ini aku kembali mengingatnya, mengingat semua yang pernah kita lalui bersama.aku mengingatnya, lalu bagaimana dengan kamu? apa kamu mengingatnya? aku rasa tidak. dulu, kamu menyapaku dengan lembut, setiap pertanyaanmu mampu ku artikan dengan baik. "kamu lagi apa?" katamu dulu, tetapi sekarang? "lg apa" berbeda bukan?. "kamu udah makan?" setiap pertanyaan itu muncul dan ketika aku menjawabnya dengan ungkapan "belum" lalu kamu membalaskan "makan sekarang!!! atau aku marah". itu dulu tetapi sekarang jangankan marah mengetahui aku belum makan, bert...

ketika hati tak mampu berucap

dimulai dari senja yang akhirnya mengunci diri karena sinar bulan mulai menampakan sedikit cahayanya. disaat yang bersamaan sosok bintang ikut berperan dalam cahaya yang selalu setia menemani bulan. cahaya yang senantiasa memberikan penerangan untuk kita melangkahkan kaki dibumi. senja yang membawa ku menuju peradaban yang akhirnya melukai hatiku. bercerita tentang luka yang begitu dalam terkadang kembali mengingatkan aku akan sosoknya yang selalu hadir dalam goresan tinta Tuhan yang senantiasa mengisi lembar hidupku. entah berapa banyak luka yang engkau lukiskan dalam hati yang selalu tulus mengukir kasih sayang untukmu. dan entah mengapa dalam luka yang selalu terlukis untukku selalu sanggup aku artikan untuk sebuah kata "bertahan". otak yang terkadang tak mampu lagi mengingat semua luka yang engkau pernah ciptakan, namun hati senantiasa membukanya untuk kembali memasukkan aku kedalam sebuah perasaan hingga akhirnya luka yang aku rasakan (lagi). kala senja berganti sinar...

Lagi-Lagi kamu :")

                Ada saatnya kamu kembali seperti ini (lagi) dengan sikap yang dingin, cuek hingga akhirnya menghilang dan menghilang (lagi). Seharusnya aku sudah terbiasa dengan keadaan ini. Tetapi aku hanya manusia biasa, tetap tidak bisa aku hindari saat  mendung yang pasti menyelimuti hatiku. saat segala canda, perhatian, serta panggilan “sayang” mu lenyap (lagi) dari pesan singkat yang biasanya memenuhi inbox ku. Aku terbiasa denganmu, segala kisah yang ku ukir selalu ada desir angin yang membawa namamu untuk menyejukan hatiku. “apa yang kamu dapatkan?” tanyamu mengukir senyum manis dilekuk bibirku.  sesungguhnya jawaban yang akan ku lisankan adalah “pelajaran”. Lalu bibirmu kembali berucap “pelajaran seperti apa? Bukankah aku hanya menyakitimu?”.  Lagi lagi senyuman yang aku berikan untukmu “jangan tanyakan rasa sakit itu padaku, aku terlalu bodoh dengan rasa sakit. Aku tidak memahami apa itu rasa sakit. Pelajaran tent...