ketika hati tak mampu berucap
dimulai dari senja yang akhirnya mengunci diri karena sinar bulan mulai menampakan sedikit cahayanya. disaat yang bersamaan sosok bintang ikut berperan dalam cahaya yang selalu setia menemani bulan. cahaya yang senantiasa memberikan penerangan untuk kita melangkahkan kaki dibumi.
senja yang membawa ku menuju peradaban yang akhirnya melukai hatiku. bercerita tentang luka yang begitu dalam terkadang kembali mengingatkan aku akan sosoknya yang selalu hadir dalam goresan tinta Tuhan yang senantiasa mengisi lembar hidupku. entah berapa banyak luka yang engkau lukiskan dalam hati yang selalu tulus mengukir kasih sayang untukmu. dan entah mengapa dalam luka yang selalu terlukis untukku selalu sanggup aku artikan untuk sebuah kata "bertahan".
otak yang terkadang tak mampu lagi mengingat semua luka yang engkau pernah ciptakan, namun hati senantiasa membukanya untuk kembali memasukkan aku kedalam sebuah perasaan hingga akhirnya luka yang aku rasakan (lagi).
kala senja berganti sinar bulan dan bintang, mataku tak pernah terlepas dari bayangan akan sosok yang selalu melekat dalam memori ingatanku. "aku ingin bebas" sebuah bisikan yang senantiasa menyelimuti hati tetapi apa? aku tak pernah bebas dari semua tentangmu.
"mungkinkah aku menjadi pilihan hatimu? aku tak pernah berhenti berangan" mungkin kata kata itu masih dan akan terus melekat dalam lembar hitam tentangmu.
kamu yang terlalu abu-abu untukku. sikapmu yang tak menentu terkadang membuat aku seperti anak kehilangan induknya.
kamu ingin tapi seperti tak ingin. kamu tidak ingin menjadikan aku sesuatu yang berharga dihatimu, tetapi kamu juga tak ingin sosokku pergi meninggalkan dirimu.
"lalu apa yang harus aku lakukan?" kata yang senantiasa bersemayam dalam fikiranku.
seringkali aku terdiam mengingat sosok dirimu yang sebenarnya bila ditelusuri lebih dalam tak pantas aku pertahankan dan aku perjuangkan sedemikian rupa. "namun apa yang bisa aku lakukan?" lagi-lagi pertanyaan bodoh yang ada.
jika kamu bertanya sampai kapan aku terus begini? aku akan menjawbnya "hingga saatnya hatiku pun beku dan tak lagi mampu berucap tentangmu, dan saat itulah aku akan benar-benar menghilang dari kehidupanmu. memang saat ini aku tak benar-benar meninggalkanmu, tapi, sayang... suatu saat Tuhan akan menarik aku keluar dari hutan yang menyesatkan langkah kakiku :")
dan aku harap disaat semua itu hadir dan benar terjadi engkau tidak lagi mencariku :")
senja yang membawa ku menuju peradaban yang akhirnya melukai hatiku. bercerita tentang luka yang begitu dalam terkadang kembali mengingatkan aku akan sosoknya yang selalu hadir dalam goresan tinta Tuhan yang senantiasa mengisi lembar hidupku. entah berapa banyak luka yang engkau lukiskan dalam hati yang selalu tulus mengukir kasih sayang untukmu. dan entah mengapa dalam luka yang selalu terlukis untukku selalu sanggup aku artikan untuk sebuah kata "bertahan".
otak yang terkadang tak mampu lagi mengingat semua luka yang engkau pernah ciptakan, namun hati senantiasa membukanya untuk kembali memasukkan aku kedalam sebuah perasaan hingga akhirnya luka yang aku rasakan (lagi).
kala senja berganti sinar bulan dan bintang, mataku tak pernah terlepas dari bayangan akan sosok yang selalu melekat dalam memori ingatanku. "aku ingin bebas" sebuah bisikan yang senantiasa menyelimuti hati tetapi apa? aku tak pernah bebas dari semua tentangmu.
"mungkinkah aku menjadi pilihan hatimu? aku tak pernah berhenti berangan" mungkin kata kata itu masih dan akan terus melekat dalam lembar hitam tentangmu.
kamu yang terlalu abu-abu untukku. sikapmu yang tak menentu terkadang membuat aku seperti anak kehilangan induknya.
kamu ingin tapi seperti tak ingin. kamu tidak ingin menjadikan aku sesuatu yang berharga dihatimu, tetapi kamu juga tak ingin sosokku pergi meninggalkan dirimu.
"lalu apa yang harus aku lakukan?" kata yang senantiasa bersemayam dalam fikiranku.
seringkali aku terdiam mengingat sosok dirimu yang sebenarnya bila ditelusuri lebih dalam tak pantas aku pertahankan dan aku perjuangkan sedemikian rupa. "namun apa yang bisa aku lakukan?" lagi-lagi pertanyaan bodoh yang ada.
jika kamu bertanya sampai kapan aku terus begini? aku akan menjawbnya "hingga saatnya hatiku pun beku dan tak lagi mampu berucap tentangmu, dan saat itulah aku akan benar-benar menghilang dari kehidupanmu. memang saat ini aku tak benar-benar meninggalkanmu, tapi, sayang... suatu saat Tuhan akan menarik aku keluar dari hutan yang menyesatkan langkah kakiku :")
dan aku harap disaat semua itu hadir dan benar terjadi engkau tidak lagi mencariku :")
Comments
Post a Comment