Lagi-Lagi kamu :")
Ada
saatnya kamu kembali seperti ini (lagi) dengan sikap yang dingin, cuek hingga
akhirnya menghilang dan menghilang (lagi). Seharusnya aku sudah terbiasa dengan
keadaan ini. Tetapi aku hanya manusia biasa, tetap tidak bisa aku hindari saat mendung yang pasti menyelimuti hatiku. saat
segala canda, perhatian, serta panggilan “sayang” mu lenyap (lagi) dari pesan
singkat yang biasanya memenuhi inbox ku.
Aku terbiasa denganmu, segala kisah yang ku
ukir selalu ada desir angin yang membawa namamu untuk menyejukan hatiku. “apa
yang kamu dapatkan?” tanyamu mengukir senyum manis dilekuk bibirku. sesungguhnya jawaban yang akan ku lisankan
adalah “pelajaran”. Lalu bibirmu kembali berucap “pelajaran seperti apa?
Bukankah aku hanya menyakitimu?”. Lagi
lagi senyuman yang aku berikan untukmu “jangan tanyakan rasa sakit itu padaku,
aku terlalu bodoh dengan rasa sakit. Aku tidak memahami apa itu rasa sakit.
Pelajaran tentang arti sebuah ketulusan serta kesabaran.” Ujarku mengelukan
lekuk bibir manisnya. Rasanya jemariku ingin sekali menggenggam erat jemarimu.
Tubuhku ingin sekali merasakan eratnya pelukan sosok yang selama ini bahagianya
ada dalam mimpiku. “Lalu apa yang bisa
aku lakukan?” diamku memecah hening yang dihantui mendung dihati. Semua itu
hanya mimpi bagiku, lisanmu yang memintaku untuk menjadikan aku satu-satunya
sosok yang engkau perjuangkanpun hanyalah khayal yang selalu setia menemani
setiap langkah kakiku berpijak.
“harusnya aku terbiasa dengan keadaan seperti
ini” ujarku dengan nada tinggi. Lalu langkah kaki menuntunku kehadapan cermin.
“lihat dirimu? Inikah sosok dirimu?” terdiam bisu dengan bibir beku yang tak
mampu mengucapkan satu kata. Ku sentuh perlahan sosok yang berada dihadapanku.
“dia itu terbiasa meninggalkanmu bukan? Lalu untuk apa airmatamu kembali
menetes saat sosoknya hilang dari hidupmu?”. “jangan tanyakan itu padaku”
ujarku memecah sendu. Airmata terus
menetes membasahi relung pipiku. Cinta ini membuatku bingung, segala rasa yang
kupunya selalu membuatku seperti orang bodoh. Hingga aku tak pernah mengerti dengan cinta yang tak benar-benar
ada untukku. Aku bodoh? Rasa bahagia saat engkau menyapaku, rasa sedih saat engkau marah lalu menghilang
padaku. Rasa seperti apa itu? rasa yang selalu membuatku terpuruk, rasa yang
membuatku seperti orang bodoh, rasa yang membuat berjuta airmataku jatuh? Rasa
seperti apa ini?!.
Hari ini, kamu menghilang (lagi) dari hidupku.
Seharusnya aku sudah mengetahui akan hal ini, dan aku tahu tetapi hatiku
menganggapnya tidak mengetahuinya. “Nyatanya engkau tak benar-benar
meninggalkanku bukan?” ujarku dalam senyum manis yang selalu kuberikan untuk setiap kisahku
yang terlukis untukmu. Senyum palsu ataukah jujur? Aku selalu menganggapnya
jujur . karena setiap kisah akan diriku dan dirimu adalah cerita titipan Tuhan
untukku.
Comments
Post a Comment