Tuhan, Bolehkan aku hambaMu yang tak sempurna mencintai hambaMu yang sempurna?
Sebuah pertemuan yang membawa kita pada sebuah perkenalan.
Menjadikan setiap cerita terukir manis dalam kisah kita. Perkenalan yang kata
orang membahagiakan, Ya aku merasakan kebahagiaan itu pada perkenalan kita.
Kebahagiaan yang kita ciptakan membawa kita pada sebuah rasa. Rasa yang
sejatinya tak pernah bisa kita sentuh dengan tangan kita, rasa yang tak pernah
bisa kita lihat wujudnya. Namun begitu terasa bermakna.
Hanya dengan bercerita tentang kisah dulu, kamu begitu
pandai membuatku terpelangak dengan kisahmu. Kata kata manismu yang selalu
membuatku tersenyum manis. Sifat penyayangmu yang selalu membuatku merasakan
kenyamanan. Sabarmu yang selalu bisa menenangkan aku yang terkadang bersifat
seperti anak kecil nan manja. Kebijaksanaanmu yang selalu kau posisikan dengan
sempurna saat keegoisan datang menemaniku. Sampai membuat hal konyol yang kau
ciptakan yang pada akhirnya membuat tawa membuncah. Apa kamu tahu
kebahagiaanku? Apa kamu merasakannya?
Seiring dengan sejalannya waktu aku mampu membuka hati yang
telah lama tertutup rapat karena sebuah luka yang pernah ku rasakan sebelumnya.
Aku bukan mereka, Ya aku bukan mereka yang dengan mudah menjatuhkan hati lalu
melupakannya begitu saja. Itu sulit untukku. Sangat sulit. Untuk menjatuhkan
hati, aku perlu meyakini rasa ini dengan setia berbincang denganNya dalam
setiap sujudku.
Sungguh, bukan tanpa alasan aku mencintaimu. Tutur katamu,
kelembutan hatimu, keceriaanmu, ketampananmu, sikap penyayangmu, sabar dan
bijaknya dirimu, serta agama yang tertanam kuat dalam dirimu yang akhirnya mampu menjadi alasan untukku menjatuhkan hati. Hingga
akhirnya luluhkan karenamu.
Aku tahu kamu sempurna. Sempurna dengan segala kebaikan yang
dimilikimu. Wanita mana yang akan menolak jika untuk di sayangi olehmu dengan
setulus hati?. Bisa ku lihat, semua wanita memperhatikanmu seolah ingin
dimiliki olehmu, semua wanita yang melihatmu seolah ingin menjadi sosok yang
selalu berasa disampingmu. Tapi, Tuhan. Bolehkan aku hambaMu yang tak sempurna
mencintai hambaMu yang sempurna?
Aku tahu, aku tidak bisa berharap banyak pada kisah yang ku
anggap sempurna dan penuh dengan bahagia. Tetapi aku mohon, jangan patahkan
lagi hatiku. Karena itu sangat menyakitkan, meski aku yakin itu yang terbaik
untukku dariMu. Kau patahkan hatiku untuk menguatkan aku menemukan Dia yang
sejatinya telah kau pilihkan untukku. Tetapi, bolehkan aku memohon lagi, jangan patahkan hatiku (lagi).
“Tuhan, Bolehkan aku hambaMu yang tak sempurna mencintai
hambaMu yang sempurna?....”
Comments
Post a Comment